Yogyakarta - Budaya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Yogyakarta - Budaya

Post  Admin on Mon May 04, 2009 7:03 pm

Selayang Pandang
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan propinsi terkecil kedua setelah propinsi DKI Jakarta dan terletak di tengah pulau Jawa, dikelilingi oleh propinsi Jawa Tengah dan termasuk zone tengah bagian selatan dari formasi geologi pulau jawa.Di sebelah selatan propinsi terdapat garis pantai sepanjang 110 km berbatasan dengan Samudera Indonesia, di sebelah utara menjulang tinggi gunung berapi paling aktif di dunia Merapi (2.968 m). Luas keseluruhan Propinsi DIY adalah 3.185,8 km dan kurang dari 0,5 % luas daratan Indonesia. D isebelah barat mengalir sungai Progo, yang berawal dari Jawa Tengah, dan sungai Opak di sebelah timur yang bersumber di puncak gunung api Merapi, yang bermuara di laut Jawa sebelah selatan.
Ibukota propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Yogyakarta, sedangkan kota-kota yang terdapat dalam wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bantul, Wates, Sleman, Wonosari. Secara administratif DIY dibagi dalam 1 (satu) kota dan 4 (empat) kabupaten, dimana Yogyakarta membentuk kesatuan adiministrasi tersendiri.
Jarak ke ibu kota negara, Jakarta adalah 600 km, sedangkan kota-kota besar yang dekat adalah Semarang di Jawa Tengah ( 120 km)dan Surabaya di Jawa Timur (320 km)

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 14 produk unggulan :
1. Kerajinan Batik
2. Tekstil
3. Garmen
4. Kerajinan Perak
5. Kerajinan Kayu
6. Mebel / Furniture
7. Kerajinan Batu Putih
8. Kerajinan Anyaman Pandan
9. Kerajinan Anyaman Bambu
10. Kerajinan Kulit
11. Sarung Tangan
12. Kulit disamak
13. Kerajinan Gerabah
14. Jamur Merang dalam kaleng


Batik (Batik)
Yogyakarta, dikenal sebagai kota batik, baik motif batik klasik maupun modern. Ada 400 motif batik khas Yogyakarta.

Motif batik klasik :
Motif Perang
Motif Geometri
Motif Banji
Motif Tumbuhan Menjalar
Motif Tumbuhan Air
Motif Bunga
Motif Satwa dalam alam kehidupan dan lain-lain

Industri batik bisa ditemui di wilayah DIY
1. Kota: Tirtodipuran, Panembahan, Prawirotaman
2. Bantul: Wijirejo, Wukirsari dan Murtigading
3. Kulonprogo: Hargomulyo, Kulur dan Sidarejo
4. Gunungkidul: Nitikan dan Ngalang

Textil (Textile)
Tekstil adalah industri pembuat kain lembaran yang bisa dikategorikan pembuat bahan baku untuk perusahaan pakaian jadi. Tekstil termasuk penyumbang pendapatan asli daerah terbesar, tekstil menduduki posisi ini karena perusahaan tekstil menyuplai produknya tidak hanya untuk diekspor melainkan juga disuplai di dalam negeri sendiri dan juga ke berbagai perusahaan pakaian jadi di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakartra.

Pakaian Jadi (Garment)
Produk pakaian jadi dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah memberikan andil yang cukup besar dalam mendukung konveksi sebagai komoditi andalan nasional. Potensi tenaga kerja yang berketrampilan dan keberadaan pabrik-pabrik tekstil serta beranekaragam bahan tekstil, memberikan dukungan berkembangnya industri pakaian jadi di Yogyakarta.
Batu Putih (Limestone)
Industri kerajinan batu putih di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada dewasa ini mengalami peningkatan yang cukup pesat, terbukti dengan mulai banyak bermunculan workshop-workshop kecil batu putih di Yogyakarta.


Mebel (Furniture)
Mebel juga mengalami perkembangan yang pesat dan seolah tidak mau kalah dengan perkembangan industri kayu. Mebel yang dihasilkan beragam bentuk dan modelnya baik jenis repro maupun desain baru dengan berbagai fungsi dan kegunaan yang mempunyai daerah pemasaran luas ke seluruh dunia.

Perak (Silver)
Produksi kerajinan perak di Yogyakarta hanya dapat ditemui di daerah Kotagede, dan ketenaran Kotagede sendiri sudah mendunia, maka tidak mengherankan jika Kotagede menjadi alah satu objek dan daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan manca negara maupun domestik.

Gerabah (Earthenware)
Upaya penganekaragaman produk berkembang pesat sehingga barang kerajinan gerabah yang dihasilkan tidak hanya benda-benda fungsional yang beraneka ragam dan benda-benda yang diminati oleh berbagai kalangan khususnya kalangan menengah keatas.

Kerajinan Kayu (Wooden Craft)
Kerajinan pada asal mulanya hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat-alat dapur, atpi seiring dengan perkembangan jaman maka kerajinan berbahan baku kayu mengalami pengembangan fungsi dan nilai yang besar, misalnya bebagai benda hias.

Anyaman (Plaited Product)
Kerajinan yang perkembangannnya mengalami peningkatan yang pesat dan diminati oleh berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri adalah kerajinan anyaman serat alam. Berbagai bahan dari serat alam seperti mendong, gebang, serta agel dan gedebog pisang sangat menarik untuk dibuat kerajinan. Jenis barang kerajinan yang terbuat dari bahan baku tersebut antara lain berbagai tas, taplak meja, perlengkapan meja makan bahkan hingga kotak pakaian dan benda fungsional lainnya.
Kerajinan anyam-anyaman pada awalnya hanya terbatas pada hobi yang kemudian terus berkembang pesat pada bahan-bahan lain terutama serat tumbuh-tumbuhan, seperti : sisal, pandan, mendong, serta agel dan lain-lain. Para pengusaha dan pengrajin yang memproduksi barang kerajinan ini sebagian besar di daerah Kulon Progo, namun ada juga yang di daerah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

Sentra Industri / Industrial Center
1. Perak / Silver: Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta
2. Batik / Batik: Desa Wijirejo dan Wukirsari, Kab. Bantul
3. Kerajinan Kayu / Woodcraft: Kerajinan Kayu Putat, Gunungkidul, Kerajinan Kayu Pucung, Bantul, Kerajinan Kayu Pajangan, Bantul
4. Pakaian Jadi / Garment: Mlangi, Kab. Sleman, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta
Imogiri, Kab. Bantul
5. Anyaman / Plaited Material Moyudan, Kab. Sleman, Minggir, Kab. Sleman, Muntuk, Kab. Bantul, Ngawen, Kab. Gunungkidul
6. Kerajinan Gerabah / Eartheware Vessel: Kasongan, Kab. Bantul, Pundong, Kab. Bantul

KOTA PERJUANGAN
Pada awal Agustus 1945 Jepang bertekuk lutut kepada bala tentara Sekutu,sehingga dengan demikian berakhirlah Perang Asia Timur Raya yang merupakan bagian dari perang dunia II, Hanya terpaut beberapa hari dari peristiwa itu., tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Di akhir tahun 1948 , serangan bala tentara Belanda akhirnya sampai juga di yogyakarta dan mereka berhasil menangkap pembesar - pembesar Republik serta mengasingkan ke Prapat di Sumatra Utara dan kemudian ke Pulau Bangka . Tetapi hal ini tidak berarti berakhirnya Negara Republik Indonesia . Laskar Indonesia , yang dibantu oleh segenap rakyat tetap mengadakan perlawanan gerilya dibawah pimpinan Jendral Sudirman. Sekitar bulan Februari 1949 Didaerah Bibis yang terletak lebih kurang 6 Km sebelah selatan kota Yogyakarta , Tentara Republik Indonesia , merencanakan serangan umum ke pertahanan bala tentara Belanda di kota Yogyakarta . Serangan itu dilaksanakan pada waktu fajar, tanggal 1 Maret 1949 dan oleh karenanya dikenal sebagai " Serangan Fajar" atau lebih dikenal lagi sebagai " Serangan oemoem 1 Maret ". Dalam serangan ini, tentara Republik Indonesia berhasil menguasai kota Yogyakarta selama 6 jam , karena itu kemudian muncul istilah 6 jam di Jogja.Semua perjuangan melawan penjajah Belanda ini telah menjadikan Yogyakarta terkenal sebagai kota perjuangan.

KOTA PELAJAR DAN PUSAT PENDIDIKAN
Pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia, bagaimanapun, selalu bersentuhan dengan kebutuhan siswa/mahasiswa sebagai manusia maupun sebagai peserta didik. Dalam kaitan ini, terdapat beberapa lapangan usaha yang selalu inheren dengan kebutuhan pendidikan itu sendiri, seperti penyewaan rumah/kamar, toko buku dan stationary, toko pakaian, rumah/warung makan, dan jenis hiburan lainnya. Tidak ada satu sumber yang menyebutkan seberapa besar pengaruh pendidikan pada berbagai lapangan usaha tersebut.

Oleh karenanya, gambaran tentang peran nyata pendidikan pada pertumbuhan ekonomi daerah lebih tampak pada munculnya berbagai jenis usaha penunjang pendidikan. Dengan julukannya sebagai kota pendidikan, di kota Yogyakarta terdapat berbagi jenis usaha yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Usaha sewa kamar atau yang lebih dikenal dengan istilah rumah kost merebak di hampir setiap rumah, baik yang berbentuk asrama (putra/putri) maupun berbentuk kost yang menyatu dengan rumah induknya. Dilihat dari fasiltasnya, terdapat beberapa 'klas' usaha rumah kost. Dari yang paling sederhana (kamar kosongan) sampai dengan yang paling mewah (dengan fasilitas kamar mandi, televisi, dan telepon per kamar). Dilihat dari segi manajemen, hampir semua usaha kost ini bersifat informal. Tidak ada standar harga yang seragam. Harga cenderung dipengaruhi oleh lokasi kost terhadap pusat-pusat pertumbuhan, seperti lokasi sekolah/perguruan tinggi, areal pertokoan dan lain-lain.
Dari keberadaan rumah kost inilah berbagai lapangan usaha baru biasanya diciptakan. Di sekitar lokasi kost umumnya terdapat warung-warung makan sederhana, jasa pencucian dan binatu. Dengan semakin banyaknya usaha warung makan, suhu persaingan antar warung makan juga semakin terlihat. Usaha untuk memperkuat daya saing tiap warung makan umumnya diwujudkan dengan memberikan berbagai fasilitas kenyamanan, seperti pola self-service, minuman mineral yang memberikan secara gratis, fasilitas televisi dan surat kabar di ruang makan dan sebagainya. Sementara itu, dengan semakin banyaknya rumah kost, akhir-akhir ini muncul pula usaha jasa kost, yaitu usaha-usaha informasi tentang rumah/kamar kost yang belum dihuni. Berkaitan dengan kebutuhan bacaan, alat-alat tulis dan peraga pendidikan, terdapat cukup banyak toko-toko buku dan alat tulis. Disamping itu, terdapat pula usaha informal kegiatan pendidikan, misalnya produksi rak-rak/almari buku, meja-kursi belajar. Produk-produk yang berbahan baku kayu ini dikemas secara sederhana, dan terpampang dipinggiran jalan di sekitar lokasi sekolah, seperti di sekitar jalan Samirono, disekitar ringroad, dan lain-lain.

Seiring dengan era komputerisasi, usaha penyewaan komputer menjamur di hampir setiap sisi kehidupan mahasiswa. Usaha yang umumnya dikelola oleh mahasiswa ini biasanya menawarkan jasa penyewaan, pengetikan, pencetakan, olah data, serta yang terakhir ini juga marak adalah 'warnet' atau warung internet dengan sewa perjamnya yang bervariasi dan memberikan pelayanan yang cukup memuaskan bagi pelanggannya. Suhu persaingan antar penyewaan biasanya mengacu pada kehandalan mesin yang disewakan, disamping adanya berbagai fasilitas seperti minuman gratis, kopi gratis (bagi yang lembur) dan harga khusus untuk penyewaan malam hari.
Usaha lain di bidang pendidikan yang amat menyolok adalah pada usaha jasa pendidikan itu sendiri. Berbagai kursus, les privat, dan lembaga pendidikan memperkukuh basis pendidikan kota ini. Hal menarik dari pertumbuhan lembaga pendidikan ini adalah semakin banyaknya jenis jasa pendidikan yang ditawarkan. Keberlimpahan ini semestinya menjadi faktor pendukung tersendiri dalam upaya meningkatkan ketrampilan siswa didik. Sebab pendidikan formal, bagaimanapun, tidak akan sepenuhnya mampu memikul fungsi-fungsi utama pendidikan nasional.

Antara awal tahun 1946 hingga akhir tahun 1949, selama lebih kurang 4 tahun , Yogyakarta menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia . Pada masa itu para pemimpin bangsa Indonesia berkumpul di kota perjuangan ini. Seperti layaknya sebuah ibukota suatu negara, Yogyakarta pun memikat kedatangan kaum remaja dari seluruh penjuru tanah air.Mereka ingin dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara yang baru saja merdeka ini. Namun untuk dapat membangun suatu negara dengan baik diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan terlatih. Dan oleh karenanya , Pemerintah RI kemudian mendirikan Universitas Gadjah Mada, Universitas negeri pertama.Selanjutnya diikuti pula dengan pendirian akademi dibidang kesenian (Aka-demi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indo-nesia ), serta sekolah tinggi dibidang agama Islam(Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, Sekarang IAIN Sunan Kalijaga).Pada waktu-waktu selanjutnya , berbagai jenis lembaga pendidikan negeri maupun swasta bermunculan di Yogyakarta , sehingga dapat dikatakan hampir tidsk sds csbsng ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan dikota ini. Hal ini telah menjadikan Yogyakarta tumbuh sebagai kota pelajar dan pusat pendidikan.

PUSAT KEBUDAYAAN
Pada hakekatnya, seni budaya yang asli dan indah , selalu terdapat didalam lingkungan istana Raja dan di daerah-daerah sekitarnya . Sebagai bekas suatu Kerajaan yang besar , maka Yogyakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang tinggi dan bahkan merupakan pusat serta sumber seni budaya Jawa.Banyak peninggalan seni-budaya yang masih dapat disaksikan di monumen dan candi-candi , istana Sultan yang masih berkaitan dengan kehidupan istana. Kehidupan seni budaya di Yogyakarta tampak masih berkembang pada kehidupan seni tari dan kesenian lainnya.Nilai-nilai budaya masyarakat Yogyakarta , terungkap pula pada bentuk arsitektur rumah penduduk, dengan bentuk joglonya yang banyak dikenal masyarakat di seluruh Indonesia.Seniman - seniman terkenal dan seniman besar yang ada di Indonesia saat ini, banyak yang dididik dan digembleng di Yogyakarta. Sederetan nama seperti Affandi, Bagong Kussudiharjo, Edhi Sunarso, Saptoto, Wisnu Wardhana , Amri Yahya, Budiani,W.S. Rendra, Kusbini, Tjokrodjijo, Basijo, Kuswadji K, Sapto Hudoyo , Ny. Kartika dan lain-lain merupakan nama-nama yang ikut memperkuat peranan Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan.

Admin

Umur : 37
Jumlah posting : 193
Points : 6035
Reputation : 0
Lokasi : Temanggung

Lihat profil user http://temanggung.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Yogyakarta - Budaya2

Post  Admin on Mon May 04, 2009 7:15 pm

Tari Bedaya Parta Krama
Tari Bedaya ini merupakan salah satu karya KRT. Sasminta Dipura. Sebagaimana lazimnya dalam tradisi tari jawa, tari Bedaya ini ditarikan oleh 9 orang penari putri.
Bedaya Partakrama mengisahkan perjuangan para Pandawa dalam mendapatkan Dewi Sumbadra yang dipercaya sebagai penjelmaan Dewi Sri, untuk dinikahkan dengan Arjuna. Perjuangan itu akhirnya berhasil, Arjuna pun dipersandingkan di pelaminan dengan Dewi Sumbadra.

Tari Guntur Segara
Guntur Segara sabagai salah satu genre wireng gagah gagrag Ngayogyakarta dikenal sebagai hasil ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tari ini ditarikan oleh 4 orang penari putra dengan menggunakan ragam tari gagah kambeng dan memakai properti gada dan bindhi serta tameng. Sumber materi dramatik yang digunakan adalah kisah Panji, yang menggambarkan peperangan antara Raden Guntur Segara melawan Raden Jayasena.

Beksan Gatutkaca vs Seteja
Beksan Gatutkaca vs Suteja ini sesungguhnya merupakan pethilan (bagian) dari sebuah sajian wayang wong gaya Yogyakarta dalam kisah Rebutan Kikis Tunggarana. Dalam lakon tersebut, dikisahkan perjuangan dari Gatotkaca maupun Suteja dalam mempertahankan batas wilayah kekuasaanya yang berupa sebuah hutan bernama hutan "Tunggarana". Berbagai jalan musyawarah telah ditempuh tetapi mengalami kegagalan. Akhirnya satu-satunya jalan penyelesaian yang terpaksa dipilih adalah melakukan perang tanding antara Raden Gatutkaca melawan Raden Seteja. Keduanya dikisahkan melakukan perang tanding dengan naik kendaraan berupa burung garuda. Raden Gatutkaca naik garuda bernama Wildata, dan Raden Seteja naik garuda bernama Wilmana.

Langen Kusuma Banjaransari
Dalam suatu peristiwa, Raden Banjaransari tiba di kerajaan Sigaluh. Pada waktu yang hampir sama, abdi setia yang mencarinya yaitu Ujungkelan tiba pula di kerajaan Sigaluh. Kehadiran Ujungkelan di kerajaan Sigaluh dituntun oleh Garangan Seta. Kerajaan Sigaluh dipimpin oleh seorang raja puteri bernama Rayungwulan yang didampingi oleh patih beserta seluruh prajurit yang juga terdiri dari para puteri.
Dikerajaan Sigaluh, Banjaransari berperang melawan Rayungwulan dan para prajurit puterinya. Peperangan ini dicegah oleh begawan Jatiraga. Disampaikan oleh Begawan Jatiraga bahwa sesungguhnya Banjaransari adalah jodoh Rayungwulan. Langen Kusuma Banjaransari diciptakan oleh K.G.P.A.A. Paku Alam V (1878 - 1900) yang menekankan tembang sebagai dialog yang dipergunakan. Beberapa pemimpin Pura Paku Alaman sesudahnya, yaitu K.G.P.A.A. Paku Alam VII (1906 - 1937) dan K.G.P.A.A. Paku Alam VIII (1937 - 1996) memberi warna estetis sesuai dengan masanya. Sajian ini mencoba mengangkat perpaduan koreografi yang pernah diketengahkan.

Beksan Bandabaya
Beksan Bandabaya diciptakan oleh K.G.P.A.A. Paku Alam II (1830 - 1858), menggambarkan keterampilan para prajurit dalam berkuda dengan menggunakan senjata berupa pedang beserta perisainya. Beksan Bandabaya diperagakan oleh 4 penari dan biasanya dibantu oleh 4 ploncon sebagai pembawa properti tari.
Tata busana yang dipergunakan dalam beksan ini terdiri dari kain panjang yang dikenakan dengan cara sapit urang, celana panji panji, tutup kepala kodhok bineset, kaweng, buntal, binggel, epek timang, bara samir, setagen , gelang, kalting, keris disertai untaian bunga.

PERGELARAN OPERA RAJA BALI CHANDRAKIRANA
Pertunjukan ini adalah suatu proses penggabungan dua kebudayaan barat dan timur, dan memiliki konsep opera barat dan bentuk teater Indonesia.
Sedangkan untuk iringan musiknya menggunakan gamelan jawa dan musik orchestra. Begitu juga dengan vokal yang digunakan memakai bentuk syair dan tetembangan. Karena menggunakan bentuk opera barat maka pementasan ini menggunakan bentuk pemanggungan berdasarkan konvensi barat dikolaborasi dengan bentuk pementasan wayang kulit dengan adanya dalang yang bertugas sebagai narator, sedangkan pemainnya tentu saja para penyanyi opera.
Melihat bentuk kolaborasi ini pada akhirnya akan menggundang sebuah pertanyaan, apakah dua kebudayaan ini bisa menyatu? jawabannya adalah "ya", karena harmonilah yang mengikat perbedaan tersebut. Walaupun dilain pihak suatu kebudayaan dapat berbenturan karena memiliki pandangannya sendiri. Dan tidak, karena opera bukan tempat untuk mempersatukan dua kebudayaan dan tradisi yang berbeda, walaupun ada pandangan yang mengatakan, "alangkah indahnya dunia ini bila semua bisa menyatu". Pada akhirnya, opera ini merupakan refleksi dari penjelajahan hidup kita di dunia, beberapa aspek dari dua kebudayaan yang berbeda dapat menyatu dengan indahnya di luar anggapan anggapan lain.

Tari Serimpi Sangopati
Tarian srimpi sangopati karya Pakubuwono IX ini, sebenarnya merupakan tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788-1820 dengan nama Srimpi sangopati kata sangapati itu sendiri berasal dari kata “sang apati” sebuah sebutan bagi calon pengganti raja.
Ketika Pakubuwono IX memerintah kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1861-1893, beliau berkenaan merubah nama Sangapati menjadi Sangupati.
Tarian ini sengaja di tarikan sebagai salah satu bentuk politik untuk menggagalkan perjanjian yang akan diadakan dengan pihak Belanda pada masa itu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar pihak keraton tidak perlu melepaskan daerah pesisir pantai utara dan beberapa hutan jati yang ada, jika perjanjian dimaksudkan bisa digagalkan.
Tarian Serimpi Sangaupati sendiri merupakan tarian yang dilakukan 4 penari wanita dan di tengah-tengah tariannya dengan keempat penari tersebut dengan keahliannya kemudian memberikan minuman keras kepada pihak Belanda dengan memakai gelek inuman.
Saat ini Serimpi Sangaupati masih sering ditarikan, namun hanya berfungsi sebagai sebuah tarian hiburan saja. Dan adegan minum arak yang ada dalam tari tersebut masih ada namun hanya dilakukan secara simbol; saja, tidak dengan arak yang sesungguhnya.

Wayang Kulit
Wayang Kulit biasanya dibuat dari kulit kerbau atau kulit lembu. Wayang kulit kini telah menjadi warisan budaya nasional dan sudah sangat terkenal di dunia sehingga banyak orang asing yang datang dan mempelajari seni pewayangan. Pertunjukan wayang kulit sampai saat ini tetap digemari sebagai tontonan yang menarik, biasanya disajikan semalam suntuk.

KETHOPRAK
Kethoprak adalah kesenian tradisional yang penyajiannya dalam bahasa jawa ceriteranya bermacam-macam berisi dialog tentang sejarah sampai seritera fantasi serta biasanya selalu didahului dengan tembang Jawa. Kustum dan dandannya menyesuaikan dengan adegan dan jalan ceritera serta sselalu diiringi dengan irama gamelan dan keprak.

KARAWITAN
Musik gamelan tradisional jawa yang dimainkan oleh sekelompok wijaga dan diiringi oleh nyanyian dari waranggono dan wiraswara biasanya disebut ' uyon-uyon ', sedangkan kalau tanpa diiringi oleh nyanyian dari waranggono/wiraswara disebut 'soran'

JATHILAN
Merupakan tarian yang penarinya menggunakan kuda kepang dan dilengkapi unsur magis. Tarian ini digelar dengan iringan beberapa jenis alat gamelan seperti saron, kendang, dan gong.

Langen Mondro Wanoro
Langen Mondro Wanoro yang merupakan kombinasi antara berbagai jenis tarian, tembang, drama dan irama gamelan adalah salah satu bentuk kesenian tradisional Yogyakarta. Karakteristik tarian ini adalah para penarinya berdiri dengan lutut atau jengkeng sambil berdialog dan menyanyi "Mocopat". Cerita Langen Mondro Wanoro diambil dari kisah Ramayana dengan lebih banyak menampilkan wanara/kera.

Admin

Umur : 37
Jumlah posting : 193
Points : 6035
Reputation : 0
Lokasi : Temanggung

Lihat profil user http://temanggung.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik