Solo - Budaya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Solo - Budaya

Post  Admin on Sat May 02, 2009 11:06 pm



SEKATEN
Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Maulud untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Sejarah sekaten dimulai sejak lebih 500 tahun yang lalu, untuk pertamakalinya pada tahun 1478 pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Puncak acara dari perayaan Sekaten adalah keluarnya sepasang gunungan dari Mesjid Agung seusai didoakan oleh ulama Kraton. Banyak orang percaya bahwa siapapun yang mendapatkan gunungan tersebut, biarpun sedikit akan dikaruniai kebahagiaan dan kemakmuran. Beberapa hari menjelang dibukanya Sekaten, diadakan pesta rakyat yang berlangsung selama dua minggu.



SURO
Setiap 1 Suro diadakan kirab pusaka di Puro Mangkunegaran yang dimulai pukul 19.00, sedangkan di Kraton Surakarta kirab pusaka dimulai pada pukul 24.00. Barisan terdepan Kirab Pusaka Kraton Surakarta adalah kerbau bule keramat yang disebut Kyai Slamet, yang kemudian diikuti para abdi dalem dan prajurit Kraton. Upacara ini telah berlangsung selama lebih dari 250 tahun, berawal pada tahun 1633 ketika kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, salah satu raja Jawa yang paling populer.



SYAWALAN
Perayaan syawalan dimulai 1 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, diselenggarakan di Taman Jurug yang terletak di tepi sungai Bengawan Solo. Ribuan orang menghadiri perayaan ini untuk memperoleh ketupat yang dibagikan. Berbagai pertunjukan tradisional diselenggarakan seperti dangdut, keroncong dan seni-seni tradisional lain.

Admin

Umur : 36
Jumlah posting : 193
Points : 6023
Reputation : 0
Lokasi : Temanggung

Lihat profil user http://temanggung.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik