Bahaya Pneumokokus

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bahaya Pneumokokus

Post  Admin on Tue May 05, 2009 11:42 pm

Istilah "pneumokokus" adalah bakteri penyebab dari penyakit pneumoia dan meningitis. Meningitis memang merupakan penyakit yang tergolong sulit diobati. Sementara itu meningitis tidak selalu berasal dari kuman Hib yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin Hib. Meningitis bisa juga disebabkan oleh bakteri Pneumokokus (Streptococcus Pneumoniae). Tak hanya meningitis, bakteri ini juga menyebabkan munculnya sekelompok penyakit yang menginfeksi darah serta menyebabkan kematian dan kecacatan. Kumpulan penyakit ini disebut IPD (Invasive Pneumonia Disease). Dari seluruh penyakit balita yang bisa dicegah dengan imunisasi, penyakit Pneumokokus adalah pembunuh pertama.
Sebenarnya, dalam tenggorokan dan rongga hidung manusia termasuk pada bayi baru lahir, hiduplah bakteri Streptococcus pneumoniae. Ini normal karena kedua bagian tubuh tempat masuknya makanan maupun udara. Namun bila si bakteri masuk ke dalam sirkulasi darah dan bersifat merusak, akibatnya fatal. Rentetan jenis penyakit pneumokokus seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia) juga sepsis.
Bakteri yang menyebabkan penyakit pneumokokus ini, berbentuk bulat dan terangkai menjadi rantai. Meski bentuknya unik, penyakit yang ditimbulkan amat fatal. Data WHO tahun 2006 memperkirakan ada 700 ribu hingga 1 juta meninggal tiap tahun, karena penyakit pneumokokus yang kerap menimpa balita.Prosese penularannya melalui percikan cairan penderita yang keluar saat berbicara, batuk dan bersin.
Dilihat keganasan penyakit-penyakit yang ditimbulkannya, penyakit akibat bakteri pneumokokus yang invasif disebut IPD (Invasive Pneumonia Disease). Bila menyusup ke dalam sirkulasi darah, ujung ceritanya bisa jadi adalah kematian. Menurut data dari Departemen Kesehatan RI (2001), misalnya, angka kematian balita yang disebabkan pneumonia (23%) lebih tinggi dibandingkan diare (13%). Sedangkan, pneumokokus non- invasif bisa menyebabkan infeksi telinga tengah (otitis media) dan sinusitis.
Gejala umum yang terjadi pada penyakit-penyakit IPD adalah demam tingggi disertai beberapa gejala yang berbeda. Pada Pneumonia atau peradangan dan infeksi pada paru-paru, gejala yang timbul adalah demam tinggi dan gangguan pernapasan yang menjadi lebih cepat.
Usia bayi atau anak, merupakan faktor penentu yang penting dari penyebab penyakit. Semakin muda usia anak, semakin rentan pula ia terhadap bakteri pneumokokus, si penyebab tunggal dari penyakit ini. Repotnya, pada bayi, gejala ini jarang terlihat. Namun bayi yang memiliki gangguan bawaan pada paru- paru, seperti asma dan sebaginya, harus lebih diwaspadai karena keadaan organ pernafasannya lebih rentan terhadap penyakit.
Meningitis atau radang selaput otak, merupakan peradagan pada selaput di sekitar otak dan urat syaraf tulang belakang. Penyakit ini bisa menyerang tiba-tiba dan serangan bisa terjadi lebih dari beberapa jam atau beberapa hari.
Semakin cepat penanganan dan pengobatan terhadap meningitis, semakin besar pula kemungkinan keadaan semakin memburuk. Sebaliknya jika dibiarkan dan tidak segera mendapat penanganan, bisa terjadi hal yang lebih serius seperti hilang pendengaran, lumpuh, epilepsi, keterbelakangan mental (retardasi mental), bahkan kematian.
Penyakit-penyakit IPD sangat mudah menular, terutama pada bayi dan anak hingga usia 5 tahun yang daya tahan tubuhnya menurun atau baru sembuh dari sakit. Lahan subur penularan adalah daerah hunian padat, tempat penitipan anak, playgroup dan tempat-tempat yang memungkinkan kontak langsung dengan penderita ISPA.
Penyakit-penyakit yang disebabkan bakteri pneumokokus sebenarnya bisa diobati dengan antibiotik. Namun, harga obat yang teramat mahal dan meningkatnya kekebalan terhadap banyak jenis antibiotik menyebabkan angka kematian akibat pneumokokus pada bayi dan balita menjadi tinggi. Upaya terbaik yang perlu dilakukan adalah pencegahan, yakni dengan memberikan vaksin sebagai satu-satunya cara pencegahan. Imunisasi dengan vaksin IPD PCV-7 merupakan upaya membentuk kekebalan atau antibodi pada anak, dengan cara memasukkan vaksin berisi virus/bakteri atau bagian dari virus/bakteri, yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Pada tubuh, akan tercipta kekebalan terhadap 7 jenis bakteri pneumokokus yang paling umum menyerang bayi dan anak. Serangan bakteri di kemudian hari pun dapat dicegah.
Vaksin IPD sebaliknya diberikan sebelum anak barusia 2 tahun, karena penderita IPD terbanyak adalah di usia ini. Jarang pemberian vaksin adalah setiap 2 bulan, dimulai pada usia 2 bulan, lalu dilanjutlan saat bayi berusia 4 bulan, 6 bulan, dan 8 bulan. Bisa juga diberikan pada anak sebelum usia 4 tahun, namun hanya satu kali saja. â€Vaksin dapat diberikan bersama vaksin lain seperti DTP/Hib, DtaP, Polio oral, hepatitis B, MMR dan sebagainya.

Admin

Umur : 37
Jumlah posting : 193
Points : 6035
Reputation : 0
Lokasi : Temanggung

Lihat profil user http://temanggung.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik