TEMANGGUNG - MALEM JEMUAH PAHINGAN MENGGORO

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

TEMANGGUNG - MALEM JEMUAH PAHINGAN MENGGORO

Post  Admin on Tue Apr 21, 2009 9:07 pm

Malam belum begitu beranjak,, desau angin gunung menerobos rimbun dedaunan, menerpa tubuh menghadirkan dingin. Kadang, kabut yang menyelimutu kaki gunung, yang mungkin sebenarnya mampu mengusik keasyikan dalam kekhusukan orang-orang yang sedang "menekung manengku puja". Bahkan, hiruk pikuknya pengunjung yang ditingkah ramainya penjaja makanan, yang juga sedang berkeinginan memuaskan wisatawan, dengann menu utama "Brongkos Kikil Tembarak", ternyata juga tidak mampu mengalihkan perhatian wisatawan yang sedang menjalankan 'Prosesi Ritual" di MAsjid Jami' Desa Menggoro Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung. Mujahadah, baik secara perorangan maupun kelompok, dilakukan oleh wisatawann minaat khusus ini. Berdzikir kepada Allah SWT, secara khusuk,, penuhh konsentrasi, hanya ditujukan kepada_Nya, Sang Maha Pencipta, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sikap dan perilaku demikian, memang sudah seharusnya menjadi pedoman bagi setiap makhluk_Nya. Termasuk juga wisatawan Malem Jemuah Pahingan, yang mengkaitkan dengan Nadzar tertentu. Hal ini mengingat bahwa hanya kepada Allah SWT tempat yang tepat untuk meminta, dan hanya berkat kemurahan_Nya lah, makhluk terutama manusi mendapatkan anugerah_Nya, karena hanya Sang Khalik yang Maha Pemberi. Dilihat dari warna dialek kebahasannya, dapat diketahui bahwa pengunjung/wisatawan Malem Jemuah Pahingan Menggoro Tembarak itu, tidakk hanya berasal daari sekitar Temanggung saja. Lewaaat pengamatann Sosiolanguade, dapat diketahui mereka ada yang berasal daari Wonosobo, Kendal, Magelang, Semarang, Surakarta, Yogyakarta. Bahkan ada beberapa yang berasal dari Jakarta dan beberapa kota di Jawa Barat serta Jawa Timur. Dengan demikian, "Popularitas" Event Malem Jemuah Pahingan di Komplek Masjid Jami' Desa Menggoro Kecamatan Tembarakk Kabupaten Temanggung, gemanya membahana di seantero Tana Jawa.

LATAR BELAKANG
Nama ataupun istilah Malem Jemuah Pahingan Menggoro Tembarak adalah suatu kesatuan daari beberapa pengertian. Malem Jemuah pahing, adalah Kamis Malam menurut hitungan hari dan legi berdasarkan hitungan pasaran pada penanggalan Jawa. Sedangkan Menggoro adalah nama wilayah administratip desa di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung (bahkan sebagai ibu kota kecamatan), tempat terjadinya prosesi tradisi budaya tersebut di lokasi atau komplek Masjid Jami'. Implikasi daari arti tersebut adalah bahwa pemilihan hari Kamis Malam Jumat secara cultural sangat erat kaitanya dengan upaya pendekatan diri kepada Allah SWT lewat doa dan permohonan. Oleh karena itu, prosesi ritual Malem Jemuah Pahingan Menggoro Tembarak, harus diberi makna "pendekatan diri kepada Sang Maha Pencipta", yaitu setiap aktivitas dari permohonan, hanya ditujukan kepada Allah SWT. Sebagai bahan pertimbangan tinjauan histories, sebenarnya terdapat dua sumber, yaitu sumber Artefaktual dan Teksrual.

Data-data artefaktual dapat ditunjukan dengan adanya :
• Bentuk dan struktur bangunan masjid (utamanya bagian dalam), mengindikasikan pola arsitektur masa pertumbuhan islam di Jawa;
• Dua buah patung nandini ( patung sapi betina ) yang sudah terpotong kepalanya, terletak di halaman masjid, menunjukan bahwa kawasan itu pada masa silam, ada keterkaitannya dengan kultur agama sebelum islam yakni hindu.
• Dua buah pohon tanjung dihalaman depan masjid, yang dulu ( mestinya ) juga ada pohon sawo kecik dan kelor. Hal ini menandakan bahwa penanaman dan penempatan pohoon dan beberapa benda dikompleks masjid, mempertimbangkan konsep maknawi dalam kebudayaan Jawa.
• Sengkalan ( rangkaian kata yang menunjukan angka tahun ) berbunyi : Rasa Brahmana Resi Bumi yang tertulis digapura masuk halaman masjid, yang apabila dimaknai merupakan rangkaian makna angka tahun 1786. adapun menurut hitungan tahun saka atau Masehi masih perlu penelitian lebih lanjut. hanya saja, kebiasaan dalam budaya jawa, penulisan sengkalan pada umumnya berdasarkan hitungan tahun saka sehingga 1786 saka dikurangi 78 ( selisih tahun saka dengan masehi ) menjadi 1722 Masehi, masa penjajahan belanda. Bentuk gapura berornamen garis gaya bangunan belanda sehingga agak mendekati kebenaran bahwa pembangunan gapura tersebut terjadi pada masa penjajahan belanda.
• Melihat latar belakang sejarah yang demikian menunjukan bahwa eksistensi masjid Menggoro sudah ada sejak masa pertumbuhan islam di Jawa sehingga dapat dikatakan bahwa Masjid Menggoro Tembarak Kabupaten Temanggung termasuk 9 masjid tertua di Jawa.

Data yang bersifat tekstual yang berupa antara lain seperti : prasati, babad, catatan harian, kisah perjalanan, surat-surat keputusan dan lainya, sampai kapan persisnya Masjid Menggoro berdidi, mengalami kesulita sehingga hanya berdasarkan dugaan, setelah menganalisa keterkaitannya dengan sosio cultural yang ada. Beberapa pendapat tokoh masyarakat setempat, yang juga berdasarkan cerita turun menurun atau berupa legenda, namun dapat juga dijadikan salah satu acuan pemotretan "masa silam" Masjid Menggoro, diterapkan bahwa keberadaan Masjid Menggoro ada yang menceritakan dalam 2 (dua) versi :
• Terkait dengan tokoh Nyai Brintik, sebagai penyebar agama Islam di wilayah itu, yang sekarang konon makamnya ada 2 (dua) tempat yakni di Jogopati Desa MEnggoro dan satunya di Komplek Makam Sewu atau Komplek Makam Sewu atau Komplek Makam Panembahan Bodho yang terletak di Kabupaten Bantul di Propinsi DIY.
• Dihubungkan dengan tokoh Sunan Kalijaga salah satu anggota wali sanga di masa Keraton Demak Bintoro. Dalam salah satu perjalanan syiaar Islam di Jawa Tengah sampai di wilayah ini, diduga juga mendirikan masjid, yang diyakini sekarang sebagai Masjid Jami' Menggoro.

Sumbang pendapat yang lain dari Bapak Sudjiyanto, juga penduduk Menggoro yang juga mendapatkan cerita dari para sesepuh, bahwa " dulu apabila bedhug Masjid Demak di tabuh maka akann terdengar sampai dengaan Masjid Menggoro". Hal ini semakin menguatkan pendapat bahwa keberadaan Masjid Menggoro Tembarak, erat sekali kaitnya dengan pusat kebijaksanaan perkembangan agama Islam pada masa pertumbuhannya di tanah Jawa, yaknii Demak Bintoro di bawah kendalli Sultann Patah (raja pemeluk Islam pertama di Jawa) dan dibawah pertimbangan para wali.Diterangkan lebih lanjut oleh Bapak Sudjiyanto, yang mantan Kades Menggoro in, bahwa upaya penyelamatan bangunan dilakukan dengan renovasi tanpa menghilangkan ciri khas bangunan pernah dilakukan pada :
• Tahun 1932 yang dipimpin langsung oleh Bupati Temanggung Cokrosoetomo
• Tahun 1958 Juga dilakukan Pemugarann
• Tahun 1989 dilakukan renovasi, bahkan pada tahun ini pula, adanya "Mimbar Khotbah" yang serupa dengan mimbar di keraton Ngayogyakarta, karena sudah usang dan rusak maka diganti dengan yang baru.
Upaya-upaya penyelamatan ini merupakan hal yang perlu dilestarikan, agar keberadaan masjid tersebut sebagai situs, tidak kehilangan unsur-unsur pendukung histories, yang merupakan ciri khas dan mempunyai keunikan langka.

POTENSI ATRAKSI BUDAYA
Apabila dipotret lebih mendalam baik sisi budaya maupun pariwisata, keberadaan Masjid Jami' Menggoro berserta Malam Jemuah Pahingannya, dapat dikemukanan sebagai berikut :
• Masjid Menggoro adalah bangunan lama, sesuai citra masyarakat. Terkait dengan perkembangan Islam pada masa pertumbuhan ditanah Jawa.
• Keterkaitannya dengan budaya Demak Bintoro sangat erat.
• Jemuah Pahingan dan pasar, adalah aktifitas atraktif/kebiasaan menarik.
• Event yang memungkinkan untuk diberdayakan agar menjadi salah satu sumber pendapatan desa atau dusun ataupun masyarakat, dengan penanganan secara terorganisir dan profesional.
• Sarana menuju potensi wisata budaya ini sangat mudah, ini merupakan kekuatan positif untuk pengembangannya lebih lanjut.

Tidak berlebihan bila kiranya apabila saya berpendapat terhadap eksistensi Masjid Jami' Menggoro Tembarak beserta Malem Jemuah Pahingannya sebagai citra tradisi masyarakat : " Sebagai situs kultural, harus dilestarikan dengan mempertimbangkan aspek historisnya dan sebagai salah satu potensi atraksi wisata budaya, layak untuk dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan " (Drs. Didiek Nuryanto)


Regards,
admin

Admin

Umur : 36
Jumlah posting : 193
Points : 6023
Reputation : 0
Lokasi : Temanggung

Lihat profil user http://temanggung.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik